a

q

a

Dashboard Early
Warning System

q

Dashboard Early
Warning System

Dashboard Early
Warning System

Desain Alat Pendukung Keputusan untuk Guru

Desain Alat Pendukung Keputusan untuk Guru

Desain Alat Pendukung Keputusan untuk Guru

Jangka Waktu Pengerjaan

12 Minggu (Proyek Mandiri)

Peran Saya

Business Analyst · Product Analyst

Apps Digunakan

Figma, Lucidchart, Notion

Proyek Portofolio Mandiri
Data dan permasalahan sekolah adalah real (berdasarkan wawancara/diskusi dengan guru), namun sistem ini belum diimplementasikan secara nyata. Angka proyeksi bersifat estimasi berdasarkan asumsi implementasi.

Proyek portofolio mandiri. Data dan permasalahan sekolah adalah real (berdasarkan wawancara dengan guru), namun sistem ini belum diimplementasikan secara nyata. Angka proyeksi bersifat estimasi berdasarkan asumsi implementasi.

Implementasi

Untuk memastikan sistem EWS dapat membantu wali kelas dan guru secara optimal, saya menerjemahkan prinsip Early Warning System (EWS) dari kerangka kerja (framework) ke fungsi operasional. Transformasi ini dipandu oleh tiga tujuan utama yang akan mendefinisikan wireframe sistem:

  • Arsitektur Informasi & Blueprints:
    Menentukan tata letak data kritis (seperti skor risiko dan timeline kehadiran) agar alur kerja guru menjadi efisien.

  • Inklusi Digital (Adoption over Complexity)
    Memprioritaskan aksesibilitas bagi pengguna dengan berbagai tingkat literasi digital serta optimasi perangkat saat offline agar sistem tetap responsif di berbagai kondisi teknis.

Strategi dan Fokus Produk

  1. User Story

Setiap keputusan desain di produk ini didasarkan pada kebutuhan riil pengguna.

ID

User Story

Insight

US-1

Sebagai Wali Kelas, saya ingin mendapatkan sinyal risiko secara real-time agar saya bisa melakukan intervensi sebelum masalah siswa menjadi permanen.

Guru menghabiskan waktu untuk merekap data secara manual (buku absen, Excel, catatan kertas). Karena data ini tersebar dan tidak terpusat, pola perilaku siswa baru terlihat secara jelas saat akumulasi data dilakukan di akhir tengah semester (sekitar minggu ke-8).

US-2

Sebagai Wali Kelas, saya ingin mendapatkan notifikasi otomatis ketika siswa tidak hadir selama 3 atau 7 hari berturut-turut untuk segera menyelidiki penyebabnya.

Absensi 7 hari berturut-turut adalah "jendela kritis". Tanpa alat monitoring aktif, guru sering kali baru menyadari pola ini setelah absen siswa menumpuk dan melewati batas regulasi dropout.

US-3

Sebagai Guru Mata Pelajaran, saya ingin sistem mendeteksi penurunan nilai secara otomatis agar saya tidak perlu membandingkan tren secara manual dari berlembar kertas.

Guru sulit menyadari penurunan performa akademik karena data nilai tersimpan secara terisolasi. Penurunan rata-rata sudah terjadi sejak minggu ke-3, namun sering kali baru terdeteksi secara kolektif setelah UTS/UAS.

US-4

Sebagai Wali Kelas, saya ingin menghubungi orang tua tanpa beban administratif tambahan, sehingga fokus saya tetap pada kualitas dukungan, bukan birokrasi.

Komunikasi saat ini menggunakan WA pribadi tanpa dokumentasi formal. Akibatnya, riwayat komunikasi sering hilang dan guru terbebani manajemen administratif yang berulang.

US-5

Sebagai Wali Kelas, saya ingin mencatat setiap tindakan intervensi dalam satu sistem terpadu agar keputusan masa depan didasarkan pada bukti sejarah yang kuat.

Saat ini intervensi dicatat pada sticky notes atau buku pribadi. Tanpa repositori data yang terpusat, sekolah kehilangan konteks saat harus mengambil keputusan berat seperti kenaikan kelas atau pemindahan siswa.

  1. Scope Proyek

In Scope

Out of Scope

Dashboard prioritas intervensi dengan kategorisasi risiko tiga tingkat (Tinggi, Sedang, Rendah)

Aplikasi mobile untuk siswa/orang tua

Profil siswa terintegrasi antara data absensi, performa akademik, dan riwayat intervensi dalam satu tampilan

Portal orang tua

Alert otomatis berbasis risk score dengan rekomendasi tindakan spesifik

Integrasi dengan sistem akademik eksternal (e-rapor, Dapodik)

Intervention Log dengan form pencatatan wajib (tipe, tanggal, catatan, follow-up)

Notifikasi SMS atau email

Mode offline-first dimana input data tersimpan di local storage perangkat, sinkronisasi otomatis saat koneksi tersedia

Upload dan penyimpanan dokumen fisik siswa (scan nilai, surat, atau arsip administratif)

Sistem tetap menghasilkan risk score meskipun satu kriteria belum diinput (validasi data parsial)

Predictive analytics berbasis machine learning

Tampilan dan hak akses berbeda untuk Wali Kelas, BK, Kepala Sekolah, dan TU (Role-based access)

Integrasi dengan aplikasi chat selain Whatsapp

Notifikasi via WhatsApp Gateway (draft pesan yang bisa diedit, bukan kirim otomatis)

Integrasi real-time dengan database pemerintah atau dinas pendidikan

Laporan mingguan otomatis ke Kepala Sekolah setiap Senin pagi

Sistem komunikasi otomatis langsung ke orang tua tanpa persetujuan wali kelas

Batasan Teknis:

  • Dioptimalkan untuk laptop; tampilan HP terbatas pada dashboard ringkas dan notifikasi

  • Input data dilakukan manual oleh TU dan Guru Mapel (belum integrasi otomatis dengan sistem lain)

  • Risk scoring dijadwalkan harian pukul 17.00 WIB, bukan real-time

Logika Sistem dan Wireframes

  1. Traceability Matrix

ID

User Needs

Logika Sistem

Implementasi

US-1

Deteksi dini tanpa rekap manual > 4 minggu

Real-time Risk Scoring Engine

Priority Dashboard: Notifikasi "Critical" di halaman utama

US-2

Memahami pola presensi siswa (bukan angka statis)

90-hari tracking absensi siswa

Dot-Pattern Timeline: Visualisasi tren kehadiran

US-3

Mengetahui performance siswa dengan lebih baik

> 20% penurunan tracking oleh sistem

Trend Note: Pemberitahuan trend nilai siswa

US-4

Mengurangi beban mental saat intervensi

Tombol aksi tersedia di setiap alert tanpa perlu cari-cari menu

WhatsApp Integration: Integrasi dengan WhatsApp untuk memudahkan wali kelas

US-5

Memastikan akuntabilitas sekolah

Log Intervensi wajib diisi

Form Intervensi: Alert hanya hilang jika ada catatan aksi

High-Fidelity Wireframe Produk

Dokumentasi ini berisi fungsionalitas utama dan User Stories lengkap — panduan untuk tim UI/UX dan Developer saat membangun tampilan dan sistem teknis.

  1. Dashboard Utama

Tampilan utama dashboard yang menyaring 25+ siswa menjadi daftar prioritas berdasarkan tingkat risiko.

Tampilan utama dashboard yang menyaring 25+ siswa menjadi daftar prioritas berdasarkan tingkat risiko.

Bagaimana Ini Menjawab User Stories:

User Story

Fitur yang Menjawab

US-1: Monitoring siswa berisiko

  • Kategori risiko (Normal/Soft/Critical)

  • Sorting otomatis berdasarkan risiko tertinggi

  • Ringkasan jumlah siswa per kategori

US-2: Deteksi absensi siswa

  • Kolom "Days Absent" visible di baris utama

  • Ahmad Fauzi (9 hari) langsung terlihat sebagai Critical

US-5: Log Intervensi

  • Kolom "Last Intervention" menunjukkan kapan terakhir siswa mendapat support

  • Membantu guru melihat siswa yang belum mendapat support

Fitur Kunci Lainnya:

  • Tombol Pencarian dan Filter → mencari/memfilter siswa dengan cepat tanpa scroll

  • Call-to-Action → "Lihat Profil" untuk eksplorasi lebih lanjut

  1. Laman Profil Siswa

Halaman profil yang mengintegrasikan data akademik, kehadiran, dan riwayat intervensi dalam satu tampilan terpadu.

Halaman profil yang mengintegrasikan data akademik, kehadiran, dan riwayat intervensi dalam satu tampilan terpadu.

Bagaimana Ini Menjawab User Stories:

User Story

Fitur yang Menjawab

US-2: Deteksi absensi siswa

  • "9 hari absent berturut-turut" di Reports

  • Alert status "Critical Alert" jelas terlihat

US-3: Deteksi performa siswa

  • Tabel nilai per mata pelajaran dengan indikator "Menurun"

US-4: Komunikasi dengan Orang Tua/Wali

  • Riwayat pesan ke orang tua tercatat dengan jelas

  • Tombol "Kirim Pesan" ke Orang Tua/Wali terlihat jelas

US-5: Log Intervensi

  • Riwayat Intervensi lengkap dengan tanggal dan jenis intervensi

  • Catatan "Telepon Orang Tua (tidak ada jawaban)" terdokumentasi

Fitur Kunci Lainnya:

  • Panel Identitas Siswa → memberikan informasi dasar siswa

  • Riwayat Presensi Siswa → visualisasi kehadiran (walau belum dot pattern di gambar ini, bisa disebut sebagai rencana pengembangan)

  1. Laman Log Intervensi

Halaman detail alert yang menyediakan jalur intervensi tanpa hambatan.

Halaman detail alert yang menyediakan jalur intervensi tanpa hambatan.

Bagaimana Ini Menjawab User Stories:

User Story

Fitur yang Menjawab

US-2: Deteksi absensi siswa

  • "Absen 9 hari berturut-turut" disebut sebagai penyebab alert

  • "Riwayat Progress Risiko" menunjukkan perjalanan dari 1 hari → 3 hari → 9 hari

US-3: Deteksi performa siswa

  • "Nilai menurun di pelajaran Matematika dan Web Design" disebut sebagai penyebab alert

US-4: Komunikasi dengan Orang Tua/Wali

  • Saran intervensi untuk wali kelas

US-5: Log Intervensi

  • Form Log Intervensi LENGKAP:
    - Tipe Intervensi (dropdown)
    - Tanggal Intervensi
    - Notes (deskripsi hasil diskusi)
    - Butuh Follow-Up (Ya/Tidak)
    - Tanggal Follow-Up
    - Tombol simpan Log Intervensi

Fitur Kunci Lainnya:

  • Alasan peringatan muncul → transparansi 3 alasan spesifik

Indikator Keberhasilan & Refleksi

  1. Indikator Keberhasilan

Early Warning System dirancang untuk memberikan dampak yang terukur terhadap proses monitoring siswa dan efektivitas intervensi di sekolah. Target peningkatan sistem difokuskan pada kecepatan deteksi, akurasi identifikasi risiko, penurunan dropout, serta efisiensi kerja guru.

Indikator

Indikator Keberhasilan

Keterlambatan Deteksi

Target: -86%
Memangkas waktu identifikasi siswa berisiko dari lebih dari 1 bulan menjadi kurang dari 5 hari, sehingga wali kelas dapat melakukan intervensi sebelum masalah berkembang menjadi permanen.

Akurasi Identifikasi Risiko

Target: +322%
Meningkatkan akurasi identifikasi siswa berisiko dari 19.4% menjadi 81.86% melalui penggunaan risk scoring dan monitoring presensi serta performa akademik secara terintegrasi.*

Tingkat Drop-out

Target: -78%
Menurunkan tingkat siswa yang keluar dari sekolah dari 3.72% menjadi 0.83% dengan pendekatan intervensi dini dan monitoring berkelanjutan.

Tingkat Tahan Kelas

Target: -78%
Mengurangi jumlah siswa yang tidak naik kelas dari 2.16% menjadi 0.48% melalui deteksi penurunan performa akademik sejak awal semester.

Beban Administrasi Guru

Target: -88%
Memangkas waktu rekapitulasi data dan monitoring siswa dari 4–6 jam per minggu menjadi kurang dari 30 menit per minggu, sehingga guru dapat lebih fokus pada intervensi dan pendampingan siswa.

* Target > 80% didasarkan pada threshold minimum efektivitas EWS dalam literatur pendidikan (Ariqah & Anang, 2021).

  1. Refleksi

Point Penting Sebelum Implementasi di Sekolah
Kualitas dan Konsistensi Input Data

Sebelum sistem ini siap, saya harus memastikan bahwa guru mata pelajaran dan wali kelas berkomitmen dan memiliki kapasitas untuk melakukan input data secara disiplin dan tepat waktu. Secanggih apa pun logika risk engine atau slow decay yang saya buat, sistem ini akan gagal jika data yang dimasukkan terlambat atau tidak akurat.

Saya harus memvalidasi apakah alur kerja input data dalam EWS ini benar-benar lebih ringan (atau minimal sama) dengan beban manual mereka saat ini agar adopsi pengguna terjamin. Tanpa user adoption di level akar rumput, sistem ini hanya akan menjadi dasbor yang cantik namun kosong.

Dokumentasi Lengkap

Proyek Early Warning System ini didukung oleh laporan analisis lengkap yang mencakup business process analysis, BPMN, arsitektur sistem, dan wireframe implementasi secara detail.

Download Laporan Lengkap Early Warning System (PDF)

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.