a

q

a

Dashboard Early
Warning System

q

Dashboard Early
Warning System

Dashboard Early
Warning System

Desain Alat Pendukung Keputusan untuk Guru

Desain Alat Pendukung Keputusan untuk Guru

Desain Alat Pendukung Keputusan untuk Guru

Jangka Waktu Pengerjaan

8 - 12 Minggu
(Proyek Mandiri)

Peran Saya

Business Analyst · UX Researcher · Product Designer

Apps Digunakan

Figma, Google Forms, Excel,
Notion

Implementasi

Saya menerjemahkan prinsip Early Warning System (EWS) dari kerangka kerja (framework) ke fungsi operasional. Transformasi ini dipandu oleh tiga tujuan utama yang akan mendefinisikan wireframe sistem:

  • Objektif 1 - Arsitektur Informasi & Blueprints:
    Menentukan tata letak data kritis (seperti skor risiko dan timeline kehadiran) agar alur kerja guru menjadi efisien.

  • Objektif 2 - Functional Prototyping:
    Membuat High-Fidelity Wireframes untuk memvalidasi Logic-to-UI translation (bagaimana aturan bisnis dan landasan etis berubah menjadi elemen visual).

  • Objektif 3 - Inklusi Digital (Adoption over Complexity)
    Memprioritaskan aksesibilitas bagi pengguna dengan berbagai tingkat literasi digital serta optimasi perangkat saat offline agar sistem tetap responsif di berbagai kondisi teknis.

Pendekatan Pengguna & Batasan Proyek

  1. User Stories

Setiap keputusan desain di produk ini didasarkan pada kebutuhan riil pengguna.

ID

User Story

Insight

US-1

Sebagai Wali Kelas, saya ingin mendapatkan sinyal risiko secara real-time agar saya bisa melakukan intervensi sebelum masalah siswa menjadi permanen.

Guru menghabiskan waktu untuk merekap data secara manual (buku absen, Excel, catatan kertas). Karena data ini tersebar dan tidak terpusat, pola perilaku siswa baru terlihat secara jelas saat akumulasi data dilakukan di akhir tengah semester (sekitar minggu ke-8).

US-2

Sebagai Wali Kelas, saya ingin mendapatkan notifikasi otomatis ketika siswa tidak hadir selama 3 atau 7 hari berturut-turut untuk segera menyelidiki penyebabnya.

Absensi 7 hari berturut-turut adalah "jendela kritis". Tanpa alat monitoring aktif, guru sering kali baru menyadari pola ini setelah absen siswa menumpuk dan melewati batas regulasi dropout.

US-3

Sebagai Guru Mata Pelajaran, saya ingin sistem mendeteksi penurunan nilai secara otomatis agar saya tidak perlu membandingkan tren secara manual dari berlembar kertas.

Guru sulit menyadari penurunan performa akademik karena data nilai tersimpan secara terisolasi. Penurunan rata-rata sudah terjadi sejak minggu ke-3, namun sering kali baru terdeteksi secara kolektif setelah UTS/UAS.

US-4

Sebagai Wali Kelas, saya ingin menghubungi orang tua tanpa beban administratif tambahan, sehingga fokus saya tetap pada kualitas dukungan, bukan birokrasi.

Komunikasi saat ini menggunakan WA pribadi tanpa dokumentasi formal. Akibatnya, riwayat komunikasi sering hilang dan guru terbebani manajemen administratif yang berulang.

US-5

Sebagai Wali Kelas, saya ingin mencatat setiap tindakan intervensi dalam satu sistem terpadu agar keputusan masa depan didasarkan pada bukti sejarah yang kuat.

Saat ini intervensi dicatat pada sticky notes atau buku pribadi. Tanpa repositori data yang terpusat, sekolah kehilangan konteks saat harus mengambil keputusan berat seperti kenaikan kelas atau pemindahan siswa.

  1. Scope Proyek

In Scope

Out of Scope

Homeroom Dashboard dengan kategorisasi risiko

Aplikasi mobile untuk siswa/orang tua

Student Profile terintegrasi (data + riwayat)

Notifikasi SMS/email

Alert detail dengan rekomendasi tindakan

Portal khusus untuk orang tua

Intervention Log dengan form pencatatan

Integrasi dengan aplikasi lain selain Whatsapp

Visualisasi dot pattern untuk kehadiran

Upload kertas ujian siswa sebagai bukti

Batasan Teknis:

  • App-based, dioptimalkan untuk tablet

  • Data dimasukkan manual oleh admin (belum integrasi otomatis)

Logika Sistem dan Wireframes

  1. Traceability Matrix

ID

User Needs

Logika Sistem

Implementasi

US-1

Deteksi dini tanpa rekap manual 8 minggu

Real-time Risk Scoring Engine

Priority Dashboard: Notifikasi "Critical" di halaman utama

US-2

Memahami pola presensi siswa (bukan angka statis)

90-hari tracking absensi siswa

Dot-Pattern Timeline: Visualisasi tren kehadiran

US-3

Mengetahui performance siswa dengan lebih baik

> 20% penurunan tracking oleh sistem

Trend Note: Pemberitahuan trend nilai siswa

US-4

Mengurangi beban mental saat intervensi

Workkflow yang mudah dengan tombol Aksi dalam Log Intervensi

WhatsApp Integration: Integrasi dengan WhatsApp untuk memudahkan wali kelas

US-5

Memastikan akuntabilitas sekolah

Log Intervensi wajib diisi

Form Intervensi: Alert hanya hilang jika ada catatan aksi

High-Fidelity Wireframe Produk

Dokumentasi ini mencakup fungsionalitas kritis dan User Stories yang mendalam, dirancang untuk menjadi panduan bagi tim UI/UX dan Developer dalam fase implementasi visual dan teknis.

  1. Dashboard Utama

Tampilan utama dashboard yang menyaring 25+ siswa menjadi daftar prioritas berdasarkan tingkat risiko.

Tampilan utama dashboard yang menyaring 25+ siswa menjadi daftar prioritas berdasarkan tingkat risiko.

Bagaimana Ini Menjawab User Stories:

User Story

Fitur yang Menjawab

US-1: Monitoring siswa berisiko

  • Kategori risiko (Normal/Soft/Critical)

  • Sorting otomatis berdasarkan risiko tertinggi

  • Ringkasan jumlah siswa per kategori

US-2: Deteksi absensi siswa

  • Kolom "Days Absent" visible di baris utama

  • Ahmad Fauzi (9 hari) langsung terlihat sebagai Critical

US-5: Log Intervensi

  • Kolom "Last Intervention" menunjukkan kapan terakhir siswa mendapat support

  • Membantu guru melihat siswa yang belum mendapat support

Fitur Kunci Lainnya:

  • Tombol Pencarian dan Filter → mencari/memfilter siswa dengan cepat tanpa scroll

  • Call-to-Action → "Lihat Profil" untuk eksplorasi lebih lanjut

  1. Laman Profil Siswa

Halaman profil yang mengintegrasikan data akademik, kehadiran, dan riwayat intervensi dalam satu tampilan terpadu.

Halaman profil yang mengintegrasikan data akademik, kehadiran, dan riwayat intervensi dalam satu tampilan terpadu.

Bagaimana Ini Menjawab User Stories:

User Story

Fitur yang Menjawab

US-2: Deteksi absensi siswa

  • "9 hari absent berturut-turut" di Reports

  • Alert status "Critical Alert" jelas terlihat

US-3: Deteksi performa siswa

  • Tabel nilai per mata pelajaran dengan indikator "Menurun"

US-4: Komunikasi dengan Orang Tua/Wali

  • Riwayat pesan ke orang tua tercatat dengan jelas

  • Tombol "Kirim Pesan" ke Orang Tua/Wali terlihat jelas

US-5: Log Intervensi

  • Riwayat Intervensi lengkap dengan tanggal dan jenis intervensi

  • Catatan "Telepon Orang Tua (tidak ada jawaban)" terdokumentasi

Fitur Kunci Lainnya:

  • Panel Identitas Siswa → memberikan informasi dasar siswa

  • Riwayat Presensi Siswa → visualisasi kehadiran (walau belum dot pattern di gambar ini, bisa disebut sebagai rencana pengembangan)

  1. Laman Log Intervensi

Halaman detail alert yang menyediakan jalur intervensi tanpa hambatan.

Halaman detail alert yang menyediakan jalur intervensi tanpa hambatan.

Bagaimana Ini Menjawab User Stories:

User Story

Fitur yang Menjawab

US-2: Deteksi absensi siswa

  • "Absen 7 hari berturut-turut" disebut sebagai penyebab alert

  • "Riwayat Progress Risiko" menunjukkan perjalanan dari 1 hari → 3 hari → 7 hari

US-3: Deteksi performa siswa

  • "Nilai menurun di pelajaran Matematika dan Web Design" disebut sebagai penyebab alert

US-4: Komunikasi dengan Orang Tua/Wali

  • Saran intervensi untuk wali kelas

US-5: Log Intervensi

  • Form Log Intervensi LENGKAP:
    - Tipe Intervensi (dropdown)
    - Tanggal Intervensi
    - Notes (deskripsi hasil diskusi)
    - Butuh Follow-Up (Ya/Tidak)
    - Tanggal Follow-Up
    - Tombol simpan Log Intervensi

Fitur Kunci Lainnya:

  • Alasan peringatan muncul → transparansi 3 alasan spesifik

Indikator Keberhasilan & Refleksi

  1. Indikator Keberhasilan

Proyek ini dirancang untuk mencapai target efisiensi sebagai berikut:

Indikator

Efisiensi Waktu

Kecepatan Respon

Akuntabilitas

Indikator Berhasil

Target: -80%
Memangkas waktu rekapitulasi data dari 3 jam/minggu menjadi hanya 30 menit melalui otomatisasi visualisasi.

Bertanggung jawab atas siswa tetapi tidak memiliki data real-time untuk bertindak

Target: < 24 Jam
Memastikan intervensi pada Critical Alert dilakukan dalam hari yang sama setelah sinyal muncul.

Target: < 24 Jam
Memastikan intervensi pada Critical Alert dilakukan dalam hari yang sama setelah sinyal muncul.

Target: 100%
Memastikan setiap peringatan risiko memiliki jejak log intervensi yang terdokumentasi secara digital.

Target: 100%
Memastikan setiap peringatan risiko memiliki jejak log intervensi yang terdokumentasi secara digital.

  1. Refleksi

Point Penting Sebelum Implementasi di Sekolah
"Kualitas dan Konsistensi Input Data (GIGO - Garbage In, Garbage Out)."

Sebelum sistem ini siap, saya harus memastikan bahwa guru mata pelajaran dan wali kelas berkomitmen dan memiliki kapasitas untuk melakukan input data secara disiplin dan tepat waktu. Secanggih apa pun logika risk engine atau slow decay yang saya buat, sistem ini akan gagal jika data yang dimasukkan terlambat atau tidak akurat.

Saya harus memvalidasi apakah alur kerja input data dalam EWS ini benar-benar lebih ringan (atau minimal sama) dengan beban manual mereka saat ini agar adopsi pengguna terjamin. Tanpa user adoption di level akar rumput, sistem ini hanya akan menjadi dasbor yang cantik namun kosong.

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.